Kamis, 27 Februari 2020
cerita anak bungsu😔
Sabtu ini cuaca cerah sekali . Jadinya tergerak mau nulis berbagi cerita yang baru saya dengar kemarin. Ceritanya sebagai berikut : "Ada 2 orang bersasudara yang mendapat nasihat yang sama dari ayahnya (seorang pedagang) sebelum beliau berpulang. Pesannya adalah:
1. Jangan pernah tagih orang yang berhutang padamu.
2. Jangan pernah wajahmu kena sinar matahari
Lalu meninggal lah sang ayah dan masing-masing anak mendapat warisan satu buah toko. Setelah beberapa tahun si sulung tambah kaya dan si bungsu bangkrut. Datang lah si ibu bertanya kepada si bungsu, " Kenapa kamu bisa begini nak ?" Jawab si bungsu ," Ya, karena ayah sih yang suruh aku tidak boleh tagih hutang, maka banyak pelangganku yg tidak bayar hutang-hutangnya . Jadinya modalku berkurang dan menyusut terus bu. Tambahan pula ayah juga suruh wajahku tidak boleh kena matahari, maka aku selalu kemana-mana naik mobil agar tidak terkena sinar matahari. Aku kan harus beli mobil dan itu juga menyedot modalku." " Ooo ...begitu ," jawab ibunya.
Kemudian si ibu mendatangi anak sulung nya dan bertanya apa rahasia suksesnya. Si sulung menjawab : " Karena ayah bilang jangan tagih yg berhutang kepada ku, maka aku tidak pernah memberi hutang kepada pelanggan. Semua beli dengan cara tunai.Untuk menarik pelanggan bayar tunai aku beri tambahan discount Bu. Untungnya sedikit, tapi yang beli banyak . Lalu ayah juga ingatkan agar wajahku tidak boleh kena matahari. Maka aku berangkat buka toko waktu subuh sebelum matahari terbit (pesaingku belum buka tokonya) dan pulang sesudah sholat maghrib, matahari sudah terbenam (pesaingku sdh pada tutup sebelumnya). Jadinya aku lebih punya banyak waktu untuk berjualan dan layani para pelangganku tanpa ada pesaing."
Ibunya pun tersenyum dan bangga dengan si sulung. Nasihat yang sama dari si ayah (alm) ternyata sangat berbeda hasilnya.
Dari cerita itu saya tersadar . Apakah saya juga seperti si bungsu yang selalu menyalahkan orang lain dan atau faktor di luar saya bila terjadi kegagalan ? Orang pecundang biasanya tidak pernah mau ngaku salah. Selalu cari kambing hitam (kecian kambingnya ya...) . Atau apakah saya sanggup cepat instrospeksi , kalau perlu ambil tindakan koreksi untuk bisa berhasil.
Sambil merenung, saya juga terpikir mumpung masa kampanye ini, saya juga mau cari tahu siapa saja calon pemimpin saya yg berani akui kekeliruan atau khilafnya di masa lalu dan tidak sibuk berdebat membela diri dan salahkan pihak lainnya. Yah masih ada waktu sebelum 9 April 2009.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Bersyukur
Banyak yang bilang bahwa kita harus selalu bersyukur setiap waktu. Namun, kenyataannya terkadang kita tidak mensyukuri segala hal yang dimi...
-
Pagi hari yang cerah menjadi saksi diriku semangat sekolah Siang hari yang terik menjadi teman dalam perjalanan Memetik bunga-bun...
-
Naskah Drama :Arti Sahabat Bintang yang setia pada malam, begitu pula kesetiaan embun menemani pagi. Matahari yang tak pernah lelah terangi...
-
Orang cerdas berdiri dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka yang tidak dipahami oleh l...
Bagus
BalasHapusKeren
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapusinspirasi yang bisa di contoh
BalasHapusgood
BalasHapusgood
BalasHapus